Friday, July 1, 2011

Waralaba dan Usaha Kecil Menengah*



Oleh: Abraham Firdaus G
Dalam era globalisasi dan era perdagangan bebas, perekonomian dan kesejahteraan Indonesia sangat ditentukan arah regulasi dan kebijakan pemerintah. Pengusaha kecil didorong untuk selalu kreatif dalam menggali potensi pasar dan membuat pasar tersendiri untuk melawan gerusan competitor baik terhadap korporasi ataupun dampak perjanjian perdagangan bebas yang dilakukan pemerintah. Pertumbuhan ekonomi 2010 yang mengalami peningkatan 6,1 % terhadap tahun 2009 pun masih harus dikaji kembali . Karena pertumbuhan ekonomi 1% hanya menyerap tenaga kerja 200.000 orang.
Sedangkan permasalahan kemiskinan juga masih menyisakan “pekerjaan rumah” . Walaupun klaim angka kemiskinan terus membaik. Namun setidaknya masih ada 31, 02 juta jiwa (BPS,2010) yang harus dientaskan dari jurang kemiskinan. Tentu kemiskinan tidak boleh menunggu menang kalah dikotomi sektor tradable dan nontradable. Pada kenyataanya, pertumbuhan agraris punya keterbatasannya tersendiri, namun pengembangan perekonomian yang pro industrialisasi mengalienasi kualitas pekerjanya yang dipojok upah minimum yang “kurang” menyejahterakan.