Monday, May 14, 2012
Wednesday, January 25, 2012
tidak jadi deh...
suatu waktu
aku ingin indahnya menjadi Rama dengan segala maskulinitasnya
suatu waktu
aku ingin menjadi korban, sebagai shinta, bahkan untuk dibakar atas nama kesucian
suatu janji
aku terlanjur meminta untuk menjadi keduanya..
atas nama hidup aku menjanji, menjalani...
suatu waktu
aku ingin menyesal, aku ingin tak terhitung, tak terencana
suatu hari
aku menjadi diri, dimana festival keterkejutan sedang berlangsung
suatu janji
atas nama hidup aku bersaksi
tidak jadi deh...
aku ingin indahnya menjadi Rama dengan segala maskulinitasnya
suatu waktu
aku ingin menjadi korban, sebagai shinta, bahkan untuk dibakar atas nama kesucian
suatu janji
aku terlanjur meminta untuk menjadi keduanya..
atas nama hidup aku menjanji, menjalani...
suatu waktu
aku ingin menyesal, aku ingin tak terhitung, tak terencana
suatu hari
aku menjadi diri, dimana festival keterkejutan sedang berlangsung
suatu janji
atas nama hidup aku bersaksi
tidak jadi deh...
Tuesday, January 10, 2012
SG vs Senat Dalam Kubangan Involusi
(tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili siapapun kecuali pemikiran penulis)
Beberapa waktu terakhir, dunia
kemahasiswaan di Kampus UIN Sayrif Hidayatullah Jakarta sedang mengalami anomali.
Secara terus terang, saya dapat menyebutnya “pertarungan” antar system organisasi
kemahasiswaan. Kalangan mahasiswa merasa harus mempertahankan system student government
(SG) yang dirasa dibangun atas keringat
dan sejarah mahasiswa sebagai refleksi keinginan praktik demokrasi di kampus
yang dibungkam selama Orde Baru. Dan kalangan birokrat kampus mencoba menawarkan
dengan sangat getol apa yang disebutnya sebagai system senat mahasiswa.
Sunday, January 8, 2012
Rindu Malam
malam..
kami rindu akan makna hidup..sukma kami kering mencari dunia..
kami lupa bahwa bukan mall yg menyejukkan jiwa kami..tp damai mu malam..kita terlalu siang..
kita rindu malam...
mungkin saja kita malu...
televisi membuat kami terus bising...kita terlupa hening...
mungkin saja kita malu..
Tak tahu..
malam..
Monday, October 3, 2011
“Kemana Anggaran Pendidikan kita?”
Oleh : Bram
UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat 4 mengamanahkan pemerintah
harus menyekenggarakan pendidikan bagi semua warga Negara dan setiap wagra
Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Selain itu, Indonesi a juga telah berkomitmen
untuk memenuhi komitmen Internasional di
bidang pendidikan, yaitu komitmen Tujuan MDGs tentang pendidikan yaitu mencapai
pendidikan dasar untuk semua warga di 2015 dan komitmen Indonesia bersama
Negara PBB lainnya dalm Education For All
yang dinyatakan di Senegal tahun 2000.
Sekarang ini, pemerintah pusat dan daerah sudah
mengalokasikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk memenuhi
penyelenggaraan pendidikan. Namun demikian, masih banyak kendala dalam
pelaksanaannya terutama untuk pelaksanaan pendidikan dasar gratis 9 tahun. Sebagaimana
dilansir oleh Unesco melalui EFA Global
Monitoring Report 2011; The Hidden Crisi: Armed Conflict and Education, Indonesia
menduduki peringkat ke-69 dari 127 negara di dunia dalam pencapaian pembangunan pendidikan untuk semua (EDI)[1] 2011,
turun 3 peringkat dari tahun 2010[2].
Friday, July 1, 2011
Waralaba dan Usaha Kecil Menengah*
Oleh: Abraham
Firdaus G
Dalam era
globalisasi dan era perdagangan bebas, perekonomian dan kesejahteraan Indonesia
sangat ditentukan arah regulasi dan kebijakan pemerintah. Pengusaha kecil
didorong untuk selalu kreatif dalam menggali potensi pasar dan membuat pasar
tersendiri untuk melawan gerusan competitor baik terhadap korporasi ataupun
dampak perjanjian perdagangan bebas yang dilakukan pemerintah. Pertumbuhan
ekonomi 2010 yang mengalami peningkatan 6,1 % terhadap tahun 2009 pun masih
harus dikaji kembali . Karena pertumbuhan ekonomi 1% hanya menyerap tenaga
kerja 200.000 orang.
Sedangkan
permasalahan kemiskinan juga masih menyisakan “pekerjaan rumah” . Walaupun
klaim angka kemiskinan terus membaik. Namun setidaknya masih ada 31, 02 juta
jiwa (BPS,2010) yang harus dientaskan dari jurang kemiskinan. Tentu kemiskinan
tidak boleh menunggu menang kalah dikotomi sektor tradable dan nontradable.
Pada kenyataanya, pertumbuhan agraris punya keterbatasannya tersendiri, namun
pengembangan perekonomian yang pro industrialisasi mengalienasi kualitas
pekerjanya yang dipojok upah minimum yang “kurang” menyejahterakan.
Tuesday, February 15, 2011
Konsensus Politik Fakultas Tercinta (sebuah telaah evaluatif)
oleh: Abraham Firdaus G
tulisan ini didesikan untuk fakultas tercinta
banyak renungan,evaluasi diri dn lgkungan,terutama lingkungan "kerja sosial" saya uin jakarta. Sudah hampir 1 tahun menjabat sbg ketua bem fak.eknomi kiranya memberikan 1 gambaran utuh tentang tentang kehidupan organ. Kemahasiswaan dgn dinamika politik kampus,warna warni ideologi, dari yg kiri mentok sampai mepet ke kanan..dan saat ini,izinkan saya untuk bisa mengajukan sebuah wacana,ide..utk kita telaah bersama..syukur bisa dtmpatkan pda level lbh dari itu.
tulisan ini didesikan untuk fakultas tercinta
banyak renungan,evaluasi diri dn lgkungan,terutama lingkungan "kerja sosial" saya uin jakarta. Sudah hampir 1 tahun menjabat sbg ketua bem fak.eknomi kiranya memberikan 1 gambaran utuh tentang tentang kehidupan organ. Kemahasiswaan dgn dinamika politik kampus,warna warni ideologi, dari yg kiri mentok sampai mepet ke kanan..dan saat ini,izinkan saya untuk bisa mengajukan sebuah wacana,ide..utk kita telaah bersama..syukur bisa dtmpatkan pda level lbh dari itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


